Akibat PT. PCR Ingkar “BAYAR TANAH TIMBUNAN SENILAI 270 JT LEBIH” Kondisi Santri Terlantar, Honor Guru Tak Terbayar

Diterbitkan Tanggal: 12 / 11 / 18

Kategori: | NUSANTARA, TODAY |

JAMBIEXPRESS, MANDAU –  Janji hanya tinggal janji, sampai sekarang belum sepeserpun diterima oleh pemilik tanah timbun Ahmad Shofyan Dalimunte Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhwan yang juga sebagai seorang Ulama yang aktif dalam Tausiyahnya di Jl. Wonosobo Sebanga Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Demikian ungkap Dalimunte dengan penuh kesal saat komunikasi dengan awak media di Pondok Pesantren Al-Ikhwan Sebanga, Senin (12/11/18).

Pasalnya, sejak tanah Dalimunte yang berada bersebelahan dengan Pabrik Kelapa Sawit PT. PCR Sebanga, telah dikeruk oleh pihak perusahaan untuk dijadikan tanah timbunan guna menimbun lokasi perusahaan saat pembuatan PKS (Pabrik Kelapa Sawit).

Ahmad Shofyan Dalimunte Pemilik Tanah Timbun dan Manager PT. PCR, Badaruddin (Dadang), membahas tanah timbun yang diambil oleh PT. PCR (Permata Citra Rangau) bulan April 2018.

Sayangnya, sejak tanah ini diambil oleh PT. PCR Sebanga, sampai dengan hari ini, hak atas tanah timbunan atau dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah tidak kunjung dibayarkan oleh pihak perusahaan, akibatnya pemilik tanah merasa dirugikan.

Berdasarkan hasil penulusuran wartawan Nusantaraexpress beberapa waktu yang lalu, di kediaman Ahmad Shofyan Dalimunte warga Jl. Wonosobo Sebanga Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, benar adanya bahwa tanah yang seharusnya menjadi hak milik (tanah timbun) sampai berita ini diturunkan belum dibayar.

Manager Pabrik Kelapa Sawit PT. PCR Sebanga Diam Seribu Bahasa Terkait Tanah Timbun Warga Yang Tidak Dibayar

Jelas Dalimunte, “Tanah timbun yang sudah dikeruk oleh Pihak Perusahaan sampai hari ini belum dibayar, dan waktu itu pihak dari manajemen sudah berjanji akan membayar. Namun sampai sekarang tidak ada kabar berita dan bahkan informasi terkait pembayarapun tidak pernah sampai dan terdengar lagi oleh saya sebagai pemilik tanah yang dikeruk”.

Ditambahkannya, “Sebenarnya jika uang itu keluar, akan menjadi uang operasional di Pesantren Ikwan yang saat ini kita kelola. Tetapi kenyataannya sangat jauh dengan harapan kita semua dari pengelola, guru dan para santri”.

PT. PCR Sebanga Diduga Lakukan Tipu Muslihat Terhadap Pemilik Tanah di Sebanga, Berikut Penelusurannya

“Yang membuat saya miris sebagai pengelola pesantren Ikhwan, dari tidak dibayarkan tanah ini berakibat fatal kepada pengelola, guru dan para santri. Bahkan yang lebih parahnya kami di pesantren kadang makan dan kadang tidak. Makan satu hari 2 kali sudah mujur saat ini, dan itupun hanya nasi putih”. Jelas Ustadz Dalimunte dengan mata berkaca kaca kepada NusantaraExpress.Com.

Kata Pengacara muda Yusri Dachlan, S.H. yang juga sebagai Kuasa Hukum Pesantren Al-Ikhwan Sebanga – Duri, melalui pesawat Sellulernya, Senin (12/11/18) sekira pukul 15.00 Wib mengatakan, “Terkait dengan belum dibayarnya masalah tanah timbun yang menjadi hak penuh Pesantren Al-Ikhwan (an. Ahmad Sofyan Dalimunte) yang juga sebagai Pendiri Pondok Pesantren Ak-Ikhwan sebenarnya hal yang sepele jika pihak Perusahaan ingin menyelesaikannya, namun sepertinya hal demikian tidak dilakukan”.

Ditambahkannya, “Kita sebagai Kuasa Hukum masih melihat itikad baik dari pihak perusahaan kedepannya. Ya jika tidak ada penyelesaian, pihak Pondok Pesantren tentunya akan mengambil langkah hukum”.

Terkait dengan tidak dibayarkannya tanah timbun yang diambil oleh PT. PCR (Permata Citra Rangau) Sebanga Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau sesuai keterangan dari pemilik tanah Ahmad Shofyan Dalimunte warga Jl. Wonosobo Sebanga Duri, awak media melakukan konfirmasi kepada pihak keuangan PT. PCR di Pekanbaru, Jimmy, Senin (12/11/18) sekira pukul 11.56 Wib melalui pesan WhatsApp di nomor +62 813-7198-1xxx, indikator menunjukkan pesan sudah dibaca. Namun jawaban sampai saat berita ini diturunkan belum ada penjelasan. [Tim]

         

(Visited 26 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!